Posts tagged dinamika.
Alay, Contoh Rasisme Masakini

“Eh baju lo alay banget sih” atau “eh gaya lo alay banget sih”, kata-kata tersebut pasti sudah sering kita dengar, terlontar dari manusia-manusia yang menganggap dirinya superior, melebihi manusia lainnya. Tanpa disadari, sebenarnya mereka sudah membentuk tingkatan dalam pergaulan, bersikap diskriminatif terhadap kebebasan manusia lain untuk berekspresi. Yang namanya bergaul ya seharusnya membaur, tidak perlu ada tingkatan-tingkatan.

Setiap orang berhak menunjukkan jati dirinya, baik itu dalam hal bermusik, gaya berpakaian, tata berbicara, sampai pengetikan pesan singkat. Sebagian orang berpendapat, mereka menyebut orang lain Alay karena cara bergaul si Alay itu mereka anggap salah. Menurut saya, salah atau tidaknya suatu pergaulan itu relatif, tidak mutlak ditentukan dengan satu gaya, toh dengan adanya beragam gaya justru pergaulan dan wawasan kita menjadi lebih kaya.

Siapa kira di suatu tempat kita memanggil orang lain Alay, tetapi di tempat lain malah kita yang dipanggil Alay. Nah, hal semacam ini yang saya bilang relatif, persepsi manusia tentang sebutan Alay berbeda-beda. Apapun persepsi manusia tentang Alay dampaknya akan buruk terhadap pluralitas di pergaulan sekitar, perpecahan kelompok tertentu, bahkan bisa jadi saling tinju.

copyright is only for beginner